Absurd tapi Seru: Mahkota Itu Jatuh, Tapi Yang Retak Justru Hatinya.



Mahkota itu Jatuh, Tapi yang Retak Justru Hatinya.

Sinyal itu berkedip-kedip, seperti kunang-kunang sekarat di tengah malam digital. Anya, dengan headset usang menutupi telinganya, menatap layar. Angka-angka biner menari, membentuk wajah Kai di antara distorsi piksel. Kai, pangeran dari era analog yang hilang, terperangkap dalam gulungan kaset yang tak pernah selesai.

"Anya, kau mendengarku?" suara Kai berderak, bagai gramofon berkarat. Di seberang ruang dan waktu, Anya mengangguk. Ia, seorang data archeologist dari tahun 2247, menemukan 'rekaman' Kai secara tak sengaja. Rekaman tentang kerajaan kertas, tentang puisi yang ditulis dengan tinta plum, tentang cinta.

Anya hidup di dunia yang hancur berkeping-keping. Langit jarang menyapa dengan warna pagi, lebih sering abu-abu muram yang membuat harapan terasa seperti virus. Kai, sebaliknya, hidup di masa lalu yang ideal, meskipun ia sendiri merasa dunianya mulai runtuh. Mahkotanya memang berkilauan, tapi kerajaan di sekitarnya mulai goyah.

Mereka berkomunikasi melalui celah waktu, melalui algoritma cinta yang ditulis ulang oleh alam semesta. Anya mengirimkan memori, fragmen-fragmen kehidupan modern. Kai membalas dengan syair-syair usang, harum kertas kuno, dan janji yang terasa seperti debu.

"Aku akan menemuimu, Anya," janji Kai suatu malam, suaranya penuh tekad. "Aku akan melintasi sungai waktu."

Anya tertawa pahit. "Kau tidak bisa, Kai. Kita terikat pada dimensi yang berbeda. Cintamu hanyalah... e c h o."

Chat Anya berhenti di 'sedang mengetik'. Jantungnya berdebar kencang. Sinyal semakin lemah. Di layar, wajah Kai berangsur-angsur menghilang, digantikan oleh deretan angka yang tak berarti.

Lalu, sebuah pesan dari Kai muncul, terlambat. "Aku tahu. Aku sudah tahu sejak lama. Bahwa aku hanya bayangan. Bahwa cinta kita adalah... SISA."

Kemudian, semuanya padam.

Anya menemukan pesan tersembunyi dalam kode biner yang tersisa. Peta. Peta menuju sebuah tempat yang disebut 'Makam Kenangan'. Di sana, di tengah puing-puing peradaban masa lalu, Anya menemukan sebuah kotak musik. Di dalamnya, sebuah mahkota. Bukan mahkota kerajaan, tapi mahkota yang terbuat dari origami, rapuh dan indah.

Saat Anya menyentuhnya, mahkota itu hancur. Dan pada saat itu, Anya mengerti. Cinta mereka bukan sekadar ejaan nama yang salah, tapi pantulan dari jiwa yang mencari pasangannya melalui zaman! Cinta mereka memang tak bisa diselamatkan.

Di dasar kotak musik, ada selembar kertas kecil. Tertulis: "Temukan aku… sebelum semua kenangan memudar selamanya…"

You Might Also Like: Distributor Kosmetik Penghasilan

Post a Comment

Previous Post Next Post